Minggu, 15 November 2015

Albanjari(Kelurga Besar Urang Banjar: anak islam belajar islam

Albanjari(Kelurga Besar Urang Banjar: anak islam belajar islam

Albanjari(Kelurga Besar Urang Banjar: anak islam belajar islam

Albanjari(Kelurga Besar Urang Banjar: anak islam belajar islam

anak islam belajar islam

“Anak Islam Belajar Islam

DISUSUN OLEH
U
L
U
L
A
Z
M
I






HUKUM ISLAM
Hukum islam adalah hukum  yang menentukan/mengatur boleh atau tidak boleh suatu kegiatan itu dikerjakan menurut pandangan islam atau menurut Al-Qur’an Dan As-sunah/Hadist.

1.Mukallaf
 Mukallaf adalah orang  yang sudah dikenai kewajiban untuk menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya.

Hukum islam
                                        

Hukum Syara
 





a.Wajib           Jika dikerjakan mendapat pahala,Jika ditinggalkan berdosa.
            1.Wajib Ain Yaitu Kewajiban yang harus dikerjakan setiap muslim.
            2.Wajib Kifayah Yaitu kewajiban yang bisa batal jika ada sebahagian orang yang mengerjakannya.
b.Sunah           Jika dikerjakan mendapat pahala jika tidak dikerjakan tidak mendafat apa-apa.
            1.Sunah Mua’akkad Yaitu sunah yang sangat dianjurkan.
            2.Sunah Ghairu mu’akkad Yaitu sunah biasa saja.
c.Haram          Jika ditinggalkan mendapat pahala,jika dikerjakan mendapat dosa.
d.Makruh       Jika dikerjakan tidak mendapat dosa,jika ditinggalkan mendapat pahala.
e.Mubah          Jika dikerjakan tidak mendapat apa-apa.

          Kesimpulan ;Jika Hukum Islam Ini diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maka kehidupan akan tenang dan selamat dunia-Akhirat.



RUKUN ISLAM
RUKUN ISLAM
SHALAT LIMA WAKTU

PUASA RAMADHAN

MENUNAIKAN HAJI

MENGELUARKAN ZAKAT

DUA KALIMAT SYAHADAT

 








1. Dua kalimat syahadat Ialah;”Dua perkataan  yang diucapkan dengan lisan dan dibenarkan oleh hati tanpa ada sedikitpun keraguan.
2. Shalat lima waktu ialah shalat wajib yang harus dikerjakan setiap muslim pada umumnya
3. Megeluarkan zakat ialah membelanjakan sebahagian harta dijalan Allah Swt.
4. Puasa lebih dikenal dengan menahan hawa hafsu .
5. Berhaji Merupakan orang yang menunaikan salah satu perintah Alllah.

Beruntunglah bagi orang yang menunaikan semua rukun islam ini karna rukun islam merupakan tiang agama yang menopang segala kehidupan dalam urusan dunia dan urusan akhirat.







THAHARAH(BERSUCI)
THAHARAH
BERSUCI
 







Bersuci dibagi menjadi II bagian:
1.Bersuci dari hadats ialah dengan wudhu,mandi dan tayamun
2.bersuci dari najis ialah dengan mengilangkan najis dari badan dll
Macam-Macam benda  yang dapat digunakan untuk bersuci
Air hujan
Air sumur
Air laut
Air salju
Air embun
Air telaga
Debu
Air sungai

Daun
Batu
Benda keras





B.   Pembagian air
Ditinjau dari segi hukumnya,air dapat dibagi menjadi empat bagian
a.      Air suci dan mensucikan
Yaitu air mutlak atau air yang masih suci dan murni,air ini dapat digunakan untuk bersuci dan tidak makruh.
b.      Air suci tapi makruh digunakan                                                                         Yaitu air musyamas (air yang dipanaskan dengan sinar matahari dan ditempatkan di baha yang terbuat dari logam)
c.      Air suci tetapi tidak dapat digunakan
Yaitu air musta’mal (air yang telah digunakan orang lain untuk bersuci)
Walaupun warna dan baunya tidak berubah.
d.      Air mutamajis
Yaitu air yang kena najis (terdapat najis),sedangkan jumlanya tidak lebih kurang 2 kulah,maka airnya tidak suci .
e.      Air Ghashab
Yaitu air yang diperoleh dari mencuri atau diperolah dari suatu jalan yag haram.
PEMBAGIAN NAJIS
Najis ialah suatu benda kotor/jorok dan harus dibersihkan dengan                berwudhu,mandi junub atau dibasuh dengan air.misalkan:
1.nanah
2.benda yang keluar dari kubul dan dubur
3.darah
4.anjing dan babi
5.khamar/arak
6.organ tubuh binatang yang terpisah selagi masih hidup.

A .Pembagian najis
Najis dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:
a.      Najis mughallazha (Gol Berat)
Ialah najis yang terdapat pada babi dan anjing
b.      Najis mukhaffafah (Gol Ringan)
Ialah air kencing bayi laki-laki yang belum pernah memakan sesuatu selain air susu ibunya
c.      Najis mutawasssithah (Gol Sedang)
Ialah najis seperti bekas air seni,maji,arak yang sudah kering
B. Cara menghilangkan Najis
            a. Najis berat harus dihilangkan benda yang terkena najisnya bisa dengan air yang dicampur dengan tanah
            b. Najis ringan
cukup memercikan atau membasuhnya saja pada benda yang terkena najis tersebut.
c  Najis sedang
najis ini cukup dibersihkan dengan air atau dialiri air saja.

Kesimpulan; jika ada orang atau benda yang tekena najis maka harus cepat dibersihkan karna jika kita melakukan suatu ibadah bisa jadi najis tersebut dapat menghalangi ibadah kita dari sahnya ibadah.tersebut














ISTINJA/BUANG AIR

a.       Istinja Merupakan sesuatu kotoran yang keluar dari qubul&dubul hal ini terjadi karna adanya proses pembusukan makanan/minuman yang dimakan.

1.    Ada beberapa cara/aturan dalam beristinja

TIDAK DITEMPAT UMUM
TIDAK BERBICARA KECUALI TERPAKSA
TIDAK KEKIBLAT JIKA DITEMPAT TERBUKA
DITEMPAT YANG TERTUTUP
TIDAK BOLEH MEMBAWA MUS’AF
DOA
TIDAK MENGANGU ORANG
 



















    DO’A MASUK WC     
                            
اَللّهُمَّ اِنِّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَا إِثِ.
“Alloohumma  innii a’uudzu bika minal khubutsi wal khobaaits.
Artinya :
 “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan dan kotoran”.
DO’A KELUAR WC

اَلْحَمْدُ الِلّهِ الَّذِيْ أَذْ هَبَ عَنِّى اْلأَذَاى وَعَافَانِيْ.
“alhamdu lillahil ladzii adzhaba ‘annil adzaa wa’aafaanii.
Artinya :
 “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kotoranku dan membuatku sehat”.




                                                                                                      
BERWUDHU
1.Arti wudhu menurut bahasa artinya indah dan bersih,sedangkan menurut hukum syara artinya adalah membersihkan anggota tubuh dengan air untuk menghhilangkan hadast kecil.dan orang yang ingin melaksanakan shalat harus terlebih dahulu berwudhu karna wudhu adalah syarat sahnya shalat.
2.Fardhu Wudhu yaitu berniat dalam hati karna niat letaknya dihati dan lafal niat yang lazim dibaca ialah sebagai berikut:



b.membasuh muka
c.membasuh kedua tanggan sampai siku-siku
d.mengusap sebahagian rambut kepala
e.membasuh kedua kaki sampai mata kaki
f.tertip(tidak berlainan),maksudnya mendahulukan mana yang harus didahulukan dan begitu juga sebaliknya

3.Sunat-Sunat Wudhu
a.membaca Basmalah
b.membasuh kedua tanggan
c.berkumur
d.membasuh lubang hidung
e.menyapu sebahagian kepala
f.mendahulukan anggotta yang kanan dari yang kiri
g.menyapu telinga
h.membasuh anggota wudhu sebanyak 3 kali
i.menyela-nyela jari tanggan dan kaki
j.membasuh semua anggota wudhu sebanyak 3 kali
k.berdoa sesudah wudhu.

4.Hal-Hal yang dapat membatalkan wudhu
a.sesuatu yang keluar dari qubul&dubul
b.hilang akal,pingsan,mabuk dan ketiduran dengan nyenyak
c.menyentuh kulit lawan jenis dengan nafsu
d.tersentuh kemaluan,tapi hal ini dapat dibersihkan dengan air tanpa harus brwudhu lagi
      
6.Tata Tertip Melaksanakan Wudhu




TAYAMUM
1.      arti Tayamum
Tayamum Adalah penganti wudhu dikondisi tidak ada air sama sekali
2.      Syarat-Syarat tayamum
Ø  Tidak ada air
Ø  Saat sakit dimana orang iu tidak boleh mengunakan air
Ø  Pada saat perjalanan(musafir)
Ø  Dengan debu yang suci
Ø  Telah masuk waktu shalat
3.      Rukun Tayamum
ü Niat tayamum dan mengilangkan najis
ü Menyapu muka dengan tanah sebanyak 2 kali usapan
ü Menyapu dua belah tanggan hingga siku-siku
ü Dan tertip
4.      Sunah-sunah tayamum
v Membaca basmalah
v Mendahulukan yang kanan dari yang kiri
v Tipiskan dulu debu yang mau diusapkan
v Fokus artinya tidak mengerjakan hal yang lain
v Berdoa
5.Cara melaksanakan tayamum
نويت التّيمّم لإستباحة الصّلاة فرضالله تعالى
Nawaitut tayammuma li-istibaahatish shalaati far-dlan lillaahi ta’aala
Artinya : aku niat betayammum untuk dapat mengerjakan shalat; fardlu karena Allah.
  • Setelah niat tayamum, mula-mula meletakkan dua belah tangan di atas debu untuk diusapkan ke muka [lihat contoh gambar]
  •  
  •  
  •  
  • Debu yang ada di tangan ditiup dulu, kemudian selanjutnya mengusap muka degan debu, dengan dua kali usapan [lihat contoh gambar mengusap muka pada tayamum]

  • Urutan cara tayamum yang ke empat adalah mengusap dua belah tangan sampai pergelangan tangan dengan debu sebanyak dua kali usapan [lihat contoh gambar di bawah ini]
  • Urutan dari cara tayamum ke lima adalah memindahkan debu kepada anggota yang diusap.
  • Dilakukan secara berturut-turut atau tertib, berurutan dari urutan pertama hingga urutan terakhir dari tata cara tayamum.
Yang dimaksud dengan mengusap bukan sebagaimana ketika menggunakan air dalam berwudhu, tetapi cukup menyapukan saja dan bukan mengoles-oleskan sehingga rata seperti menggunakan air.


















MANDI WAJIB
a.Niat mandi wajib
Arti Mandi
Menghilangakan Hadast besar
Sebab sebab diwajibkan mandi
Sunah mandi
Basmalah

Sunah mandi
Menghadap kiblat
Wudhu
Membasun najis
Membasuh tubuh 3 kali
Rukun mandi
Niat mandi
Menyiram seluruh tubuh
Menyiram seluruh tubuh


























AZAN&IQOMAH
1.arti azan&iqomah
Secara bahasa adzan artinya pemberitahuan telah masuk waktu shalat,sedangkan iqomah adalah pembertahuan bahwa shalat akan segera dilaksanakan,hukum melaksanakan iqomah yaitu sunah muaakad bagi shalat fardu,baik jamaah maupun munfarid,pada waktu melaksanakan azan&iqomah lebih diutamakan dengan bacaan yang keras karna suara ini merupakan pemberitahuan agar semua orang tau
2.doa sesudah azan
اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُوْدًا الَّذِيْ وَعَدْتَهُ، إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ
ALLAHUMMA ROBBA HADZIHID DA’WATIT TAAMMATI WASH SHOLATIL QOO-IMAH, AATI MUHAMMADANIL WASILATA WAL FADHILAH, WAB’ATSHU MAQOOMAM MAHMUUDA ALLADZI WA ‘ADTAH’, INNAKA LAA TUHKLIFUL MII’AAD
Artinya :
‘Ya Allah, Tuhan panggilan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan. Berilah al-wasilah (derajat di surga yang tidak akan diberikan selain kepada Nabi saw.) dan fadhilah kepada Muhammad. Dan bangkitkan beliau sehingga bisa menempati maqam terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.’
3.doa sesudah iqomah
أَقَامَهَا الله وَأَدَامَهَا
AQAAMAHALLAAHU WA-ADAAMAHAA
Artinya :
Semoga Allah tetap (memberikan kekuatan kepada kami untuk bisa) menegakkan sholat dan melanggengkannya
4.syarat-syarat menjadi muadzin
-beragama islam
-tamyiz dan laki-laki
-dilakukan pada waktu shalat benar-benar masuk
-dikumandangkan secara teratur(berurutan)



SHALAT WAJIB

1.      macam-macam shalat fardu
a.      Shalat subuh 2 rakaat,waktunya dimulai terbit fajar sadiq hingga terbitnya matahari
b.      Shalat zhur 4 rakaat,waktunya dikerjakan disaaat tergelincirnya matahari sampai bayang-bayang suatu benda telah sama panjangnya dengan benda tersebut.
c.       Shalat ashar 4 rakaat,dikerjakan setelah waktu shalat zhur habis sampai matahari terbenam diufuk barat.
d.      Shalat magrib 3 rakaat,waktu dilaksanakanya pada matahari terbenam hingga hilangnya mega merah.
e.       Shalat isya 4 rakat,waktunya sekitar 30-45 menit dari waktu shalat magrib.
2.      Waktu yang dilarang untuk shalat
a.      Setelah shalat subuh
b.      Setelah shalat ashar
c.       saat matahari terbit sampai naik
3.      Syarat wajib shalat
a.      Islam
b.      Bahliq dan berakal
c.       Suci dari najis besar dan najis kecil
d.      Tidak gila
e.       Dapat menbedakan yang baik dan yang buruk
4.      Syarat-syarat sah shalat
a.      Suci anggota badan,pakaian,dan tempat shalat
b.      Menutup aurat
c.       Waktu shalat telah masuk
d.      Ke arah kiblat
e.       Memahami yang rukun dan yang sunah dalam shalat
5.      Rukun shalat
a.      Niat untuk shalat
b.      Berdiri bagi yang mamapu,dan jika tidak boleh dukuk
c.       Takbiratul ihram,takbir semua pembuka shalat
d.      Membaca Surah Al-Fatihah pada setiap rakaat dengan baik
e.       Rukuk dengan tuma’ninah(tidak tergesa-gesa/diam sebentar),seperti meratakan punggung,leher sampai membentuk sudut shalat.
f.       itudal dengan tuma’ninah,yaitu bangun dari rukuk
g.      Sujud dua kali secara tuma’ninah
h.      Duduk diantara 2 sujud
i.        Duduk tasyahud akhir
j.        Membaca tasyahud akhir
k.      Membaca shalawat atas nabi muhammad saw dalam tasyahud akhr
l.        Melakukan salam yang pertama
m.    Tertip harus beraturan
6.      Sunat dalam shalat
-sunat ab’adh yaitu sunat yang perlu diganti dengan sujud sahwi jika tertinggal dalam shalat

a.      Membaca tasyahud awal setelah sujud kedua
b.      Membaca shalawat nabi pada tasyahud awal
c.       Membaca tasyahud bagi keluarga nabi muhammad,pada tasyahud akhir
d.      Membaca doa qunut pada shalat subuh,hingga waktu 15 hari setelah puasa disunahkan membaca doa qunut dalam shalat tarawih yang ditamabah dengan witir.
-Sunah hai’at yaitu tindakan yang didalamnya tidak perlu diganti dengan sujud sahwi bila tertinggal:

a.      Membaca takbirul itidal,yaitu perpindahan dari rukun ke rukun lainya
b.      Membaca lafaz tasbih saat rukun dan sujud
c.       Membaca”sami Alllahu liman hamidahsaat itidal
d.      Meletakan tanggan diatas paha pada waktu tasyahud,dengan membentangkan yang kiri dan mengenggam yang kanan kecuali yang jari telunjuk.
e.       Duduk iftirasy dalam semua duduk shalat
f.       Duduk tawaruk (berimpuh) pada duduk tasyahud akhir
g.      Membaca salam yang kedua
h.      Memalingkan jawah kekanan dan kekiri pada waktu salam
i.        Mengangkat tangan saat takbir dan saat itidal
j.        Meletekan telapak tangan kanan diatas pergelangan tangan kiri ketika bersedekap
k.      Membaca doa iftitah sehabis takbiratul ihram
l.        Membaca ta’awwudz ketika mau membaca surah al-fatihah
m.    Membaca amin ketika membaca al-fatihah
n.       Mengeraskan suara ketika membaca surah yang selain imam.
7.      Hal-hal yang dapat membatalkan shalat
a.      Berhadast kecil maupun besar
b.      Terkena najis berat
c.       Terbuka aurat
d.      Mengubah niat,maksudnya ingin memutuskan untuk tidak shalat
e.       Bergerak lebih dari 3 kali kecuali dalam keadaan terpakasa
f.       Berbica yang bukan kalimat shalat
g.      Menambah gerakan shalat
h.      Tertawa terbahak-bahak
i.        Mendahului imam du rukun
j.        Murtad
k.      Memblakangi kiblat
l.        Makan
8.      Makruh dalam Shalat
a.      Tidak memakai peci
b.      Memalingkan muka kekiri terlebih dahulu dari yang kanan
c.       Memejamkan mata
d.      Mengadah kelangit
e.       Menahan hadast
f.       Meludah
g.      Megerjakan shalat diatas kuburan
h.      menutup mulut rapa-rapat.
9.      Doa Tahiyyat/Tasyhhud akhir

















SHALAT JUMA’T
Shalat juma’at merupakan shalat yang fardu a’in dan wajib dilakukan oleh setiap orang muslim yang mukllaf/bahlig dan yang pastinya punya akal yang sehat
Syarat Wajib
·         Islam
·         Bahligh(Dewasa)
·         Tidak Gila
·         Laki-laki
·         Sehat Fisik
·         Menetap
Syarat Sah
Ø  Tempat Shalat Sudah dipastikan
Ø  Jumlah jamaah sekurang-kurangnya 40 orang
Ø  Pelaksanaanya diwaktu Zhur
Ø  Didahului Dengan 2 Khutbah
Rukun Khutbah
v  Membaca “Alhamdulilah”
v  Membaca Shalawat
v  Berwasiat dengan Takwa kepada Allah
v  Membaca Ayat Qur’an Dalam Salah satu khutbah
v  Memohonkan ampunan bagi setiap mukmin pada Khutbah yang kedua
v  Mendoakan kaum muslimin
Syarat Khutbah
*      Khutbah dapat didengar oleh 40 orang ahli jumah
*      Khutbah 1 dan 2 dilakukan berturut-turut
*      Khatib menutup aurat
*      Suci dari hadast dan najis
*      Khutbah dimulai pada tergelincir matahari
*      Berdiri bagi yang mampu
*      Duduk Setelah membaca khtbah 1
Sunah Khutbah
§  Dilakukan diatas mimbar
§  Diucapakan dengan kalimat yang baik,fasik jelas mudah dipahami dan sederhana
§  Menghadap kepada jamaah
§  Suatau duduk di atara 2 khutbah membaca surah al-ikhlas
§  Tertip berkubah
§  Mulai dan akhiri dengan salam
§  Jamaah diam

Sunah-Sunah Sebelum Jumat
ü  Mandi
ü  Memakai pakaian yang putih dan bersih
ü  Memotong yang disunahkan dipotong
ü  Memakai wangi-wangian
ü  Memperbanyka zikir dan membaca al-quran
ü  Tenang



SHALAT JENAJAH
Arti Dan Hukum Shalat zenajah
            Shalat Zenajah Adalah Shalat yang dilakasanakan 4 takbir tanpa ruku,itidal,sujud dan duduk dan hukumnya yaitu fardu kifayah yang maksudnya kwajiban ini sudah terpenuhi bila ada yang sudah mewakilinya.
Syarat-Syarat Shalat Zenajah
o   Dilakaukan 4 takbir
o   Dilakukan setelah mayat dimandikan.dikafani
o   Posisi mayat sebelah kiblat orang yang menyalati
Rukun Shalat Zenajah
v  Niat
v  Berdiri bagi yang mampu
v  Empat kali takbir membaca surah al-fatiha
v  Membaca shalawat
v  Membaca doa zenajah
v  Membaca doa zenajah
Cara Melakukan Shlat Zenajah
1. Niat
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).

Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).

2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.

3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.

Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali.
(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)

Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."
(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).

Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :
"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."

7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :
"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."

8. Salam

1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :

"Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.."

Artinya:
"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa.."

2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al Fatihah."

3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?"

4. Setelah Takbir ketiga membaca:


"Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.."

Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"

5. Setelah takbir keempat membaca:
"Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu.."

Artinya:
"Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya"

6. "Salam" kekanan dan kekiri.


Catatan: Jika jenazah wanita, lafazh ‘hu’ diganti ‘ha’.